Gilo-Gilo jajanan khas semarang

Dulu pertama kali aku tau apa gilo-gilo aku berpikir ah itu jangan-jangan makanan yang kalau di makan bisa bikin gilo ( Jawa ) alias jijik, eh ternyata bukan melainkan jajanan khas yang berada di kota semarang, apa itu gilo-gilo? sebuah gerobak yang isinya jajanan buah-buahan segar dan siap santap.

kenapa sih sering pergi nyari gilo-gilo? karena kalau mau makan buah ga perlu repot-repot mengupas buahnya, mencuci buahnya, bahkan dijamin selalu matang dari pada aku yang terkadang salah milih buah yang belum tentu matang. jadi di gilo-gilo ini terjamin matang, langsung lahap.

dimana aku bisa menemukan gilo-gilo itu? pedagang kaki lima ini biasanya keliling di berbagai sudut daerah, seringnya di tempat keramaian-keramaian, contoh di sekolahan, pasar, tempat wisata, dll.

kalo aku si biasanya datang di tugumuda, aku mengenalnya sudah lama namanya pak kosdi, bapak ini asalnya dari sragen dan merantau di semarang menjual gilo-gilo.
kenapa aku sering ke pak kosdi? buat aku karena aku sudah percaya sama bapaknya bahwa apa yang beliau jual itu cocok untuku terkadang aku membeli di tempat lain tidak cocok apakah karena tidak matang, potonganya kurang pas atau yang lain ntahlah.

bapaknya juga ramah, baik, searing membeli banyak di bonusin oleh bapaknya, aku sendiri paling sering si beli pepaya dan nanas bahkan bengkoang.


 ets tunggu dulu bapaknya bukan hanya jualan buah-buahan tapi ada gorengan seperti lumpia, bakwan, pisang goreng, tempe, tahu, mendoan, dll.


biasanya bapak ini gamau keliling-keliling sebab sudah menetap di depan pasar bulu nongkrong disitu, bisa di temui mulai habis magrib hingga jam 9 malam setiap hari.

setiap kesitu aku selalu di sambut semangat, "hello le pie kabarmu?" selain enak diajak ngobrol dan basa-basi bapaknya selalu semangat dan mudah di ajak bercanda. apalagi aku yang suka becanda wah gatuk iki ( wah cocok ini ).


oiya, kalau kalian beli disini pastikan usai abis isya karena menurutku itu waktu tengah-tengah yang pas buat datang, kenapa? kalo lebih dari jam sekian nanti keburu habis, saking larisnya pembeli sehingga cepat habis, biasa pembeli menghabiskan waktu di tempat dengan menyantap sambil duduk di trotoar, di atas jok motor atau bahkan sambil berdiri kayak kuda.hehehe tapi aku untung tidak pernah makan sambil berdiri karena itu ga baik buat penyakit perut saya.

Harganya juga ramah kantong, mulai seribu per buah.

baik itu saja yang hanya aku bagikan, semoga bermanfaat bagi yang suka jajanan, kuliner, hangout.
terima kasih sudah membaca, jangan lupa komentar, dan bagikan di sosial mediamu.
mohon maaf kalau ada salah kata atau hal-hal yang tak berkenan boleh di kritik.
sampai jumpa di postingan berikutnya!!!!
semoga kalian sehat selalu dan damai...

Tidak ada komentar